Agra berjalan menuju sebuah kamar di mana terdengar suara tangis dari sana yang membuatnya penasaran. Setelah berdiri di depan pintu, dengan sedikit ragu ia membuka pintu itu perlahan dan mengikuti arah suara tangis yang ia dengar hingga akhirnya perhatiannya tertuju pada sudut ruangan di dekat lemari. “Ha- Hanina?” gumam Agra. Ia yakin wanita yang saat ini duduk memeluk dirinya sendiri dan menyembunyikan wajah di antara lutut itu adalah Hanina. Tapi, kenapa dia menangis? batinnya. Ingin memastikan, Agra berjalan mendekat. “Han, kau … baik-baik saja?” tanya Agra setelah setengah berlutut di depan wanita itu. Tangannya lalu terulur berniat menyentuh bahu. Namun, sebelum itu terjadi Hanina mengangkat kepala membuat Agra terkejut bukan main hingga terlonjak ke belakang. “Ha- Han- ka- kau–

