Wanita itu menarik tangannya dan memandang Yogi remeh. “Cih, kau kira hanya dengan pujian seperti ini akan membuatku terpesona? Bilang saja kau hanya penipu yang menginginkan uangku,” ucap wanita itu. Ia bernama Ayunda Roselin, wanita yang Yogi cari-cari dan dia adalah, Tantenya Agra. Yogi tersenyum miring. “Eh? Ketahuan,” ucapnya. Memasukkan tangan ke saku celana, ia kembali mengatakan, “tapi sejujurnya, aku benar-benar terpesona denganmu. Dari kejauhan, kau terlihat seperti seorang ahli. Aku jadi penasaran, apakah kau benar-benar ahli menilai sebuah karya atau hanya asal bicara?” Ayu bersedekap d**a dan memutar bola mata. “Terserah kau saja. Aku tak sudi berurusan dengan pemuda sepertimu,” ucapnya kemudian mengambil langkah. Namun, Yogi menahannya, memegang pergelangan tangannya.

