11. Sisi Lain Hanina

1214 Words

“Kenapa tidak tidur di sini?” Agra bertanya pada Hanina yang akan berbaring di sofa. Hari makin larut dan keduanya berniat beristirahat. Namun, Agra tak mengerti kenapa Hanina tidur di sofa, tidak tidur 1 ranjang dengannya. Padahal, bukankah suami istri harusnya tidur seranjang? “Aku tidak bisa diam saat tidur. Aku khawatir akan melukai lukamu,” jawab Hanina. Agra menatap luka pada kulitnya yang sesekali masih terasa perih dan panas apalagi jika terkena gesekan. “Baiklah,” ucapnya. “Selamat malam,” ucap Hanina sebelum akhirnya berbaring memunggungi Agra. Hanina memejamkan mata dan teringat dulu Agra tak Sudi seranjang dengannya. Agra benar-benar menyiksa mentalnya, menikahinya tapi membuatnya seolah bak sampah yang tak pantas disentuhnya. Hanina meringkuk memeluk guling yang dulu s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD