“Ehm.” Suara deheman menghentikan Hanina yang bibirnya sedikit lagi mendarat di bibir Agra. “Maaf. Kalian bisa melakukannya setelah aku pergi,” ucap Yogi yang berjalan dari arah dapur. Agra berdecak saat Hanina mengambil jarak. Rasa kesal pun tampak di wajahnya. Yogi dengan tenang dan santai duduk di sofa ruang tamu setelah melewati Agra dan Hanina. Ia lalu bermain ponsel seolah tak ada niatan pergi dari sana. “Lalu kapan kau akan pergi?” tanya Agra ketus. Ia semakin tak yakin bahwa ia dan Yogi adalah teman dekat. “Agra baru pulang, biarkan dia istirahat, Gi,” ucap Hanina. “Memangnya aku melarangnya istirahat? Kalau mau istirahat, istirahat saja. Aku masih ingin di sini,” kata Yogi tanpa menoleh pada Hanina dan Agra. “Apa dia tak punya pekerjaan atau kesibukan lain?” tanya Ag

