“Kenapa?” Rayya menoleh, bingung. Sorot matanya terus mengikuti sikap Sabrina yang aneh. “Kamu mau kemana? Masa’ masih ada Mas Yudhis mau ditinggal ke kamar sih?” Sabrina mendekati Rayya lalu menuntunnya sampai duduk di sofa. “Kamu di sini saja dulu dengan Mas Yudhis. Sini biar aku yang simpenin tas kamu di kamar. Sama biar aku yang beresin tempat tidur buat kita tidur nanti malam.” Sabrina mengambil tas selempang dari pundak Rayya. “Hem? Tempat tidurku selalu rapi kok, sebelum aku berangkat kerja pasti seluruh ruangan terutama kamar akan kurapikan. Jadi yaa nanti kita tinggal tidur saja.” Rayya mengatakan yang sejujurnya. Sabrina terlihat sedang berpikir, mencari alasan lain yang lebih masuk akal. Saat itu dia melirik Yudhistira dan mengedipkan mata seperti memberi kode. Yudhistira se

