"Alin, aku bisa jelaskan." Sona tidak bohong kalau dirinya sangat deg-degan sekarang. Bagaimana tidak, hal yang sempat dicemaskannya benar-benar terjadi. Alin tersenyum kecut. Padahal ia ingin menangis, tapi sebisa mungkin ditahannya. "Jadi benar?" "Alin, begini...." "Jawab iya atau nggak. Apa benar bahwa Mas Sona hanya memanfaatkanku? Demi novel Oh My Neighbour." Sona frustrasi sendiri. Ia tidak menyangka akan berakhir begini. Sungguh, lidahnya seakan kelu, bagaimana cara menjelaskan semua ini? Sona seperti kehabisan kata-kata, padahal hanya perlu menjelaskannya saja dengan jujur. "Kenapa malah diam, Mas? Itu artinya benar, kan, kalau Mas Sona sejahat itu sama aku?" Alin terus menuntut jawaban, karena ia memang ingin mendengarnya secara langsung dari Sona, bukan dari mulut orang lain