Sejak awal Sona mengatakan suka, lalu berkembang menjadi ingin berpacaran dengannya, Alin tidak benar-benar menganggap perkataan Sona serius. Alin bahkan secara terang-terangan menolak dan berkata tidak memercayai apa yang Sona ucapkan. Baginya, Sona hanya sedang membual untuk membuatnya terbuai. Alin meyakinkan diri untuk tidak terbawa perasaan karena menurutnya Sona mendekatinya lantaran memiliki tujuan tertentu. Namun, lambat laun semua berubah. Alin mulai merasakan ketulusan pria itu. Alin juga tak bisa memungkiri kalau dirinya merasa nyaman berada di dekat Sona. Untuk itu, ia mulai berani untuk mengakui kalau dirinya juga mulai menyukai pria itu. Setelahnya, Alin mulai membayangkan hari-hari membahagiakan yang akan dilewatinya bersama Sona. Sekarang, saat Alin sudah tak peduli lag