Andre menutup laptopnya kemudian mengecek ponselnya. Ada sebuah pesan dari kontak yang tak dikenalnya. Biasanya Andre akan mengabaikannya begitu saja. Tapi tidak kali ini. Ia membukanya, kemudian mengernyit. Satu pesan dari Maura yang dikirim hampir tiga jam yang lalu. Sekarang sudah lewat tengah malam. Andre tetap mengetikkan balasan sebelum ia lupa dan pesannya tertumpuk oleh banyak pesan yang lain. ‘Gak usah singgung itu kalau ketemu Mami. Bilang aja kita kebetulan ketemu. Jangan memberi statement apapun pada Mami kalau kamu gak ingin repot.’ Dia kemudian meletakkan ponselnya setelah mereplace nomor baru Maura tanpa mengganti nama kontaknya. Ia masuk ke kamar mandi sebentar, kemudian merebahkan diri di atas kasur. Beberapa hal melintas di pikirannya sekaligus. Pertemuan pertamanya