"Hai, Nabila. Aku keluar dulu!" Noah kembali menuruni tangga sambil mengayun-ayunkan kunci mobil di tangannya. "Jemput teman." Noah tersenyum sambil mengedip. Nabila cuma menganggu ketika membalas senyum keponakan Marko yang sedang bersemangat. "Bangunkan saja!" saran Noah menunjuk Marko yang sedang tidur di sofa dengan tubuh besar melintang. "Biarkan saja." Nabila tidak keberatan menunggu. "Aku akan pindah dari sini jika nanti kalian sudah menikah." Sepertinya Noah juga tidak tahu jika hubungan Nabila serta Marko sedang bermasalah. Noah kembali melambai pada Nabila sebelum keluar dari pintu. Tinggal Nabila sendirian dan dua orang yang sedang tidur di sofa. Nabila memang tidak akan tega mengusik tidur mereka. Nabila menarik botol Bagas yang terjepit di pinggang Marko, mengambilnya ha