Jelita berusaha keras menahan gejolak perasaan yang muncul. Ia memperhatikan sahabatnya yang melanjutkan percakapan dengan Nimas di telepon. Ganika : "Darimana Ayu tahu kalau Ibu Dina akan melakukan pernikahan di sana?" Nimas : "Dia mencuri dengar percakapan Ibu Dina dengan Bapak Adi." Ganika : "Oh... Serius kabarmu ini mengagetkan sekali. Dan sangat lengkap sekali." Nimas : "Aku pun kaget. Ah gila... Ini skandal..." Ganika : "Kenapa juga mereka harus menikah di Kalimantan? Dan kenapa mereka tidak menikah sebelum anaknya lahir??" Nimas : "Bapak Adi sebagai wali nikah tentu harus hadir bukan? Namun dia adalah pejabat negara yang tidak bisa sembarangan izin. Kalau dalam situasi normal, izin untuk menikahkan putrinya tentu mudah saja. Tapi dalam kasusnya, dia harus menyembunyikan fak

