Banyu bangkit dari kursi kerjanya dan bergerak ke arah sofa. Ia melepas jas tuxedo yang dikenakannya, lalu berbaring di atas kursi panjang nan empuk di ruangan besar tersebut. Matanya yang tadi sempat terpejam kini terbuka lebar. Namun, indera penglihatannya yang tajam itu hanya menatap nanar ke arah jendela. Pemandangan langit malam dengan bintang dan bulan membuatnya terhibur. Ia tidak bergerak dan hanya diam di atas sofa hingga tak terasa, dini hari pun tiba. Matanya berkedip beberapa kali saat menyadari kalau terang bulan mulai meredup. Sudah berbulan bulan, Banyu menderita insomnia. Kadang ia sulit untuk memulai tidur. Atau kadang sering terbangun di malam atau dini hari dan sulit kembali tidur. Banyu juga sudah tidak pernah lagi menempati ranjangnya. Ada perasaan tida

