Bab 16

911 Words

Naura masih duduk di sisi ranjang ibunya ketika suster keluar setelah memeriksa tekanan darah dan mencatat hasilnya di papan catatan di kaki tempat tidur. Ruangan itu berbau antiseptik, tapi hangat karena sinar matahari menembus tirai tipis jendela. Di meja kecil di samping ranjang ada buah-buahan, termos air panas, dan beberapa bungkus obat. “Ibu kelihatan lebih segar,” kata Naura sambil menuang air hangat ke dalam gelas plastik. Ibunya tersenyum kecil, keriput di sekitar matanya terlihat jelas. “Segar karena lihat kamu datang, bukan karena obatnya.” Naura terkekeh, tapi tawa itu cepat meredup. “Maaf ya, Bu. Baru bisa datang hari ini.” “Kerja kamu makin sibuk, ya?” Ibunya menatap lembut. “Sampai-sampai Aditya yang ngurusin administrasi di rumah sakit ini.” Naura terdiam beberapa deti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD