Bab 15

891 Words

Pagi itu rumah Ethan terasa terlalu tenang. Suara langkah kaki pelayan yang beraktivitas di lantai bawah terdengar samar dari dalam kamar. Naura duduk di tepi ranjang, sudah berpakaian rapi dengan kemeja putih dan celana bahan sederhana. Rambutnya dikuncir rendah, wajahnya tanpa riasan, tapi tetap tampak lembut meski sedikit pucat. Semalam ia nyaris tidak tidur. Pikirannya terus berputar antara rasa bersalah pada Aditya dan keinginannya untuk menjenguk ibunya di rumah sakit. Sudah beberapa hari ia tidak datang. Hanya menanyakan kabar lewat telepon, dan itu pun dengan hati-hati agar tidak terdengar oleh Ethan. Tapi rasa rindunya pada sang ibu mulai menumpuk, membuat dadanya sesak. Ia tahu, ia tidak bisa keluar rumah tanpa izin. Sesuai kesepakatan, semua aktivitasnya akan diawasi. Bahk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD