Bab 23

1185 Words

Hari itu berakhir dengan langit mendung. Setelah hampir dua jam menemani ibunya, Naura baru sadar waktu sudah lewat pukul empat sore. Ethan tetap duduk di kursi sudut ruangan, sesekali menjawab telepon atau membaca dokumen di tabletnya. Tapi yang membuat Naura heran, setiap kali perawat datang memeriksa ibunya, Ethan selalu berdiri duluan, seolah memastikan tak ada satu pun detail yang terlewat. Sebelum mereka pamit, ibunya sempat menepuk tangan Ethan pelan. “Terima kasih sudah repot-repot datang, Nak Ethan. Ibu nggak tahu harus balas gimana.” Ethan hanya tersenyum kecil — senyum yang jarang sekali Naura lihat. “Ibu nggak perlu balas apa pun. Cukup jaga kesehatan, itu saja.” Naura memperhatikan interaksi itu dalam diam. Ada sesuatu yang aneh di dadanya — bukan sekadar terharu, tapi ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD