Jovanka membawa Aziel ke tenda panitia setelah adegan seret-menyeret ke tenda kesehatan, yang dimenangkan oleh Aziel karena keukeuh tidak mau masuk. “Gak mau!” “Jangan kaya bocah! Lo sendiri tadi yang ngeluh sakit mulu!” “Pengen ke tenda gue aja, anterin ke sana.” “Ogah, gue masih harus balik ke pos bayang—“ “Akkkhhhh!” Tiba-tiba Aziel berteriak kesakitan. Otomatis Jovanka panik, lalu melepas cengkeramannya pada tangan Aziel. Padahal yang sakit tangan kanan, dan yang dipegang Jovanka adalah tangan kiri. “Eh eh? Kenapa lo? Sakit yang mana?” Sekuat tenaga Aziel menahan cengirannya sambil tetap meringis kesakitan. “Tangan gue ....” “Duh, lo banyak tingkah, sih.” Jovanka memeriksa balutan di tangan cowok itu, dan tidak menemukan apa pun. Tidak ada darah merembes. Tidak ada bengkak y

