Jovanka mengusap sudut bibirnya yang masih bernodakan darah sisa menyedot tadi. “Tapi, dari mana lu tau ularnya gak berbisa? Lu, kan, gak liat ularnya kaya gimana?” “Lah, iya. Lu liat, Ziel?” tanya Johannes ikutan bingung pada Aziel, yang hanya dijawab gelengan kepala. Cewek panitia yang tadi memeriksa tangan Aziel tersenyum, lalu menunjuk bekas luka di pergelangan tangan. “Liat bekas lukanya?” Semuanya mengangguk. “Terus kenapa?” “Bentuknya Cuma goresan setengah lingkaran. Itu artinya ularnya gak berbisa. Kalau digigit ular berbisa, bekas lukanya bakal beda,” jelas cewek itu. Melihat ketiga orang yang masih ngang ngong tidak mengerti, dia melanjutkan. “Kalau berbisa, bentuk lukanya itu dua lubang kaya bekas digigit vampir, ngerti sekarang.” “Ohhhh.” Tiga mulut serentak membulat dan

