TEMENAN BENTAR

1148 Words

Hari minggu. Gerbang sekolah ditutup. “Mau sekalian dikerjain, `kan? Di rumah gue aja biar dibantuin bang Johan.” Aziel dan Jovanka sekarang ada di parkiran. Mereka sedang mencari tempat untuk menyimpan barang-barang. Di rumah si kembar, atau apartemen Aziel. “Kalau mau sekalian dikerjain, di apartemen gue aja. Gue malu kalo ketemu bokap nyokap lo.” “Okelah. Gue telepon abang dulu kalo gitu. Biar dia dateng bantuin,” ujar Jovanka sambil merogoh ponselnya dari saku. “Gak usah,” tolak Aziel. “Dia pasti sibuk sama urusan yang lain. Kemaren aja dia kurang tidur, `kan? Kantung matanya udah kaya panda.” Jovanka tampak berpikir sejenak, lalu mengangguk. “Bener juga. Kalo yang lain gimana? Kita bisa minta bantuan dari seksi dekorasi juga. kalo dikerjain berenam pasti cepet selesai.” “Jangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD