Dering ponsel membuyarkan lamunnya. Dia menarik ponselnya keluar dari saku celana dan segera menggeser tombol jawab. "Kamu dimana sih, Glen? Sudah jam berapa nih masih belum datang juga?" Ucap seorang temannya yang sudah berada di klub malam. "Masih di jalan Akasia. Macet banget di sini, malah hujan deras lagi." Ucap Glen yang sedang berbohong, tapi juga tidak bisa dibilang berbohong. "Oh ya ampun Glen, ngapain diam di sana? Jatah bir kamu bahkan sudah hampir habis olehku!" Ucap temannya lagi. Glen tersadar setelah mendengar perkataan dari teman-temannya itu. 'Apa sih yang sedang aku lakukan di sini? Mencari gadis asing di jalan Akasia, yang bahkan tidak aku kenali. Yang mungkin tidak akan pernah aku temui lagi. Sepertinya pikiranku hari ini sedang error. Padahal aku sudah ada janji

