Dewa Ferguso!

1365 Words

Aku terus berlari. Walaupun aku tahu kok, saat aku lari maraton dan sampai di lobby, beberapa pelayan di hotel ini melihatku dengan tatapan aneh. Iya sih, baju kaos kedodoran, celana olahraga kelonggaran dan yang lebih mengenaskan lagi adalah sendal jepit yang menimbulkan suara plak plok saat lari. Tapi aku gak peduli. Bodo amat sama tatapan mereka. Toh, aku gak akan ke sini lagi kok. Cuma numpang lewat doang. Aku ngos-ngosan saat sampai di luar. Si Riaz kemana lagi ya? Suara Pak Michael juga sudah tak terdengar. Mungkin ia balik lagi sama teman rasa pacar itu. Konon sih bilangnya teman. Lah buktinya? Teman kok saling terkam. Aneh! Memikirkan mereka bisa membuat tekanan darahku naik. Lebih baik aku fokus melihat barangkali ada taksi berhenti dan nongol kepala si Riaz. Tapi sampai jam s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD