Aku menatap horor ke arah pria yang bertelanjang d**a itu. Ia mengeringkan rambutnya dan berjalan tenang ke arahku. "Ba-bagaimana Anda bisa ke sini?" tanyaku pelan. Kayaknya saking pelannya suara yang keluar tenggelam lagi di tenggorokan. Bayangkan saja, aku udah lari tunggang langgang dengan Riaz dengan notabene orang yang gak disukai Pak Michael -entah karena apa- lalu sekarang tetiba dia muncul di kamar. Jantungan dong jadinya. Macam kelinci yang lari dari lubang buaya dan masuk ke lubang piton. Sama-sama bikin mati. "Ini rumah Om Wisnu kan? Mertua saya lah. Wajar kalau saya kemalaman dan mampir ke sini," jawabnya santai. Ia duduk di atas kasur. "Jangan bilang Anda ngadu sama Om saya?" tanyaku panik. Pantesan Om Wisnu baik banget. Ngasih izin nginap di sini dengan mudahnya. Bahkan t