Cuma lihat anu!

1271 Words

"Saya gak percaya lagi sama omongan kamu," ucap Pak Michael. Mulutnya sih ngomong gitu, tapi hidungnya tetap saja mengendus keteknya sendiri. "Kalau gak percaya, ngapain diendus? Bau kan?" Aku balik bertanya. Sumpah, aku gak bisa nahan tawa melihatnya yang sibuk mengendus ketek kanan kiri bergantian, haha. "Hanya memastikan tingkat wanginya sampe ke kamu atau enggak." "Haha, emang mau pake apa? Minyak wangi? Bau juga. Eh, katanya sih kalau udah gede begini masih bau ketek walau pake minyak wangi, itu karena sejak kecil makannya gak terkontrol!" ucapku. Tambahin sekalian biar dia makin panik. "Siapa bilang? Teori dari mana itu? Makan saya terkontrol kok. Gak segala macam dimakan kayak kamu." "Nih, Pak. Ini resep orang tua zaman dulu, lho. Anda penyuka bawang?" "Enggak." "Masak suka p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD