"Tapi itu hal yang paling pribadi dari diri saya. Tidak sembarang orang bisa melihat. Kalau sekali melihat, harus tanggung jawab!" ucapnya tegas. Weh, ini serius? Kok mukanya berubah jadi dingin dan tegas begitu? "Kan gak sengaja, Pak. Sesuatu yang gak sengaja itu kan dimaafkan. Kayak orang lupa makan saat puasa juga kan dimaafkan!" Bener kan? Makan sebakul juga gak batal kalau lupa. "Mana bisa begitu? Bagaimana mungkin kamu menyamakan kejadian tadi sama orang lupa makan saat puasa?" tanyanya dengan nada kesal. "Ya tadi kan saya juga gak sadar kalau yang saya tarik itu handuk Anda, lho Pak." Dia mendengus kesal. Aku tahu kok, sesekali dia melirikku lalu mendengus lagi. "Sudah diamlah! Jangan banyak berdebat! Pokoknya kamu harus tanggung jawab." "Caranya?" tanyaku. Tanggung jawab apa