Bab 39. Kabar Buruk Datang Tiba Tiba

1474 Words

Bunyi gesekan kunci yang berputar di lubang pintu depan memecah keheningan ruang makan pagi itu. Dewangga yang sedang melipat koran dan Jandita yang baru saja menuangkan jus jeruk untuk Tara seketika menoleh. Di ambang pintu, berdiri sosok pria dengan beberapa plester yang masih menempel di wajahnya. Kendra berdiri di sana, tampak sedikit canggung dengan sinar matahari pagi yang menyorot punggungnya. Tara, yang baru saja hendak menyuap potongan buah, terpaku. Ia meletakkan garpunya dengan denting halus yang bergema di ruangan itu. Tanpa kata, ia bangkit dan melangkah cepat menghampiri suaminya. "Kendra? Kamu ... kamu kenapa sudah pulang?" Suara Tara bergetar antara kaget dan cemas. "Kenapa nggak bilang? Aku bisa jemput kamu ke rumah sakit, kan dokter bilang baru boleh pulang siang nanti.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD