Bab 43. Janji 2 Ronde

2121 Words

Suasana di dalam ruang kerja Dewangga mendadak berubah menjadi oasis yang tenang di tengah hiruk-pikuk gedung perkantoran. Setelah menghabiskan makanan yang dibawa istrinya, Dewangga membantu Jandita untuk merebahkan tubuhnya di sofa kulit panjang yang berada di sudut ruangan. Rasa lelah yang bertumpuk selama berjam-jam menjaga Jatmiko di ICU, ditambah guncangan emosi yang baru saja terjadi, membuat tubuh Jandita terasa seberat timah. "Tidur sebentar, Sayang. Aku di sini," bisik Dewangga sambil menyelimuti tubuh istrinya dengan jas miliknya yang masih menebarkan aroma parfum kayu cendana yang menenangkan. Jandita hanya sempat mengangguk lemah sebelum matanya terpejam sepenuhnya. Ia jatuh terlelap dalam hitungan detik, tenggelam dalam tidur yang dalam dan tak berdaya. Selama beberapa jam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD