Beberapa bulan berlalu dengan cepat, namun bagi keluarga mereka, waktu terasa berjalan di atas lapisan es yang tipis. Kandungan Jandita kini mulai terlihat menonjol dengan sehat, membawa rona kebahagiaan yang terus terpancar dari wajahnya. Pagi itu, ia dan Dewangga berada di rumah sakit untuk pemeriksaan rutin. Saat mereka sedang menunggu di depan poli kandungan, pintu ruang periksa terbuka. Sosok yang keluar dari sana membuat Jandita tertegun. Itu Tara. Namun, Tara yang dilihatnya hari ini bukanlah Tara yang ia kenal dulu. Adiknya itu tampak sangat berbeda. Wajahnya yang dulu tirus kini terlihat sembab dan bengkak. Sebuah tanda medis yang disebut edema. Gerakannya sangat lambat, dan ia tampak kesulitan bernapas seolah-olah beban di perutnya terlalu berat untuk ditopang oleh tubuhnya yan

