BAB 14

1853 Words

“Kenapa Kakak nggak datang kemarin?” Suara Elora terdengar sedingin es. Thalassa yang baru saja melangkah masuk ke ruang rawat langsung menghentikan gerakannya di ambang pintu. Perempuan itu masih mengenakan blazer krem yang sama persis dengan yang dipakainya kemarin. Rambut panjangnya hanya diikat asal-asalan, dan kantung mata hitam di bawah matanya kini terlihat semakin jelas dan cekung. “Kakak habis dari kantor, El.” “Kantor lagi,” cibir Elora pahit. Thalassa mengembuskan napas panjang, mencoba meredam rasa lelah yang mendera fisiknya. “Kakak tadi malam harus rapat darurat sampai jam dua pagi.” “Hm.” Jawaban pendek dan acuh tak acuh itu seketika membuat d**a Thalassa terasa sesak luar biasa. Sejak kecelakaan maut itu terjadi, adiknya benar-benar telah berubah menjadi orang asing.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD