BAB 13

1686 Words

“El ...” Suara perempuan itu bergetar hebat. Elora yang sedang berbaring memunggungi pintu seketika menegang. Aroma parfum lembut yang sangat ia kenal langsung memenuhi ruangan. Disusul suara ketukan hak sepatu yang berjalan pelan mendekati ranjang rawatnya. “El, ini Kak Thalassa.” Tubuh Elora membeku. Selama seminggu terakhir, indra pendengarannya hanya menangkap suara perawat dan dokter yang bergantian datang. Tidak ada satu pun anggota keluarga yang masuk ke ruang rawatnya. Bukan karena mereka tidak peduli. Melainkan karena kondisi Ibu Soraya yang masih koma di ruang ICU, serta urusan pemakaman ayah mereka yang belum benar-benar selesai. Elora menggigit bibir bawahnya. “Kak ...” Satu panggilan itu langsung membuat Thalassa menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Air mata y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD