Pagi datang tanpa pengumuman. Cahaya menembus jendela dapur, jatuh di meja kayu yang baru mereka amplas bersama. Bau kopi menyebar, bercampur aroma roti panggang yang sedikit gosong di satu sisi. Reza berdiri di depan kompor, mengaduk pelan, lalu berhenti ketika mendengar langkah kaki di belakangnya. “Kamu bangun lebih awal,” ucap Ellya. Reza menoleh. “Aku ingin mencoba sarapan.” Ellya tersenyum. “Mencoba?” “Belajar,” jawab Reza. “Aku gagal dua kali minggu lalu.” Ellya mendekat, meraih pisau, memotong roti dengan gerakan yang sudah hafal. “Kamu tidak gagal. Kamu bereksperimen.” Reza tertawa kecil. “Kalau begitu aku ilmuwan.” Mereka duduk berhadapan. Tidak ada ponsel di meja. Tidak ada agenda tertempel di kulkas. Hanya daftar kecil berisi catatan tangan Ellya: beli paku, cat ulang r
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


