Bab 37 –Pernikahan Ulang

884 Words

Pagi itu tidak ramai. Tidak ada konvoi mobil. Tidak ada tamu yang berbaris rapi. Tidak ada karangan bunga dengan nama besar. Rumah kecil itu bangun lebih dulu dari kota. Udara masih dingin. Daun di halaman belakang basah oleh embun. Ellya berdiri di depan cermin kecil di kamar. Gaun putihnya sederhana. Tidak panjang. Tidak berat. Bahannya jatuh lembut mengikuti tubuhnya yang kini sedikit berubah. Ia mengatur napas, merapikan rambut dengan tangannya sendiri. Pintu diketuk pelan. “El,” suara Reza terdengar dari luar. “Kamu sudah siap?” Ellya membuka pintu. Reza berdiri dengan kemeja putih dan jas gelap yang tidak terlalu pas, seolah dipilih bukan untuk pamer, melainkan untuk rapi saja. Ia tersenyum ketika melihat Ellya. “Kamu cantik,” katanya. Ellya menatapnya. “Kamu gugup.” Reza ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD