Bab 34 – Pertemuan di Hujan

1167 Words

Hujan turun tanpa aba-aba. Ellya berdiri di bawah atap taman kecil di tengah kebun teh, menunggu reda yang tak kunjung datang. Daun-daun basah memantulkan cahaya kelabu, tanah mengeluarkan aroma yang membuat dadanya terasa lapang sekaligus sesak. Ia memeluk tas kain di dadanya, menahan dingin yang merambat dari ujung lengan ke tulang. Langkah kaki terdengar di kejauhan. Tidak terburu. Tidak ragu. Ellya tidak menoleh. Di tempat ini, siapa pun bisa datang dan pergi. Ia sudah belajar tidak menunggu siapa pun. “Maaf.” Suara itu jatuh pelan, tertelan hujan. Ellya menegang. Dadanya berhenti sepersekian detik. Ia mengenali suara itu tanpa perlu menoleh. Waktu seolah menyusut, menyisakan ruang sempit yang penuh dengan hal-hal yang belum selesai. Ia menoleh perlahan. Reza berdiri beberapa la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD