bc

LUKA TANPA DARAH

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
revenge
love-triangle
family
HE
second chance
arrogant
kickass heroine
boss
heir/heiress
drama
bxg
lighthearted
city
office/work place
affair
like
intro-logo
Blurb

Pernikahan Anya dengan Tama masih seumur jagung. Di mana seharusnya mereka masih merasakan suasana pengantin baru. Namun, pada kenyataannya rumah tangganya malah diuji dengan perubahan sikap sang suami.

“Apa dia yang sudah membuat kamu berubah, Mas?”

Semenjak Anya melihat suaminya bersama dengan seorang perempuan, sikap pria itu juga mulai berubah dingin dan kasar. Di dalam benaknya juga dipenuhi dengan berbagai macam prasangka.

Namun, Anya tidak ingin terus larut di dalam kesedihannya karena lagi-lagi rumah tangganya diterpa badai perselingkuhan. Dia merasa kasihan kepada dirinya sendiri karena kebahagiaan seakan enggan menghampirinya.

“Kalian berdua benar-benar menjijikkan. Aku nggak boleh kalah dengan keadaan ini!” tekadnya.

Kali ini dia tidak ingin menjadi orang yang bodoh lagi seperti pada pernikahan pertamanya dulu. Sekarang tidak ada yang boleh menginjak-injak harga dirinya, meskipun itu suaminya sendiri.

***

Bintari Lavanya telah memutuskan untuk memulai hidup barunya kembali bersama pria yang dia cintai. Namun, lagi-lagi masalah orang ketiga datang mengusik ke dalam kehidupan rumah tangganya. Kali ini dia tidak akan tinggal diam dengan semua yang terjadi. Dia akan membalas perselingkuhan sang suami dengan caranya sendiri.

Bagaimana dengan nasib Anya selanjutnya? Apakah dia akan memaafkan suaminya atau dia akan memilih pergi?

chap-preview
Free preview
Sebuah Pesan
“Mas … aku nanti ada seminar di ballroom hotel Sentosa,” ucap Anya memberi tahu suaminya. Sepulang dari bulan madu sekaligus menunjukkan salah satu perusahaan yang didedikasikan untuk sang istri, membuat hubungan Anya dan Tama semakin harmonis. Mereka juga kembali disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Tama dengan kesibukan memimpin perusahaannya, sedangkan Anya membantu kakak laki-lakinya untuk mengelola perusahaan orang tuanya. Tama yang sebelumnya bersikap layaknya es balok, lambat laun telah mencair. Pria pemilik mata elang itu bersikap hangat hanya pada istrinya saja. Tentu saja itu membuat Anya merasa sangat bahagia. Sekarang perempuan mana yang tidak merasa bahagia dengan perubahan pasangannya yang seperti itu. “Oke, nanti Mas antar,” jawab Tama singkat. CEO muda yang terkenal dingin dan arogan itu selalu senang dengan sikap sang istri yang selalu menghargainya di mana pun dia berada. Anya memang benar-benar sosok istri idaman bagi dirinya. “Aku berangkat sama Nolla aja, soalnya nanti siang Mas ada meeting sama klien dari Jepang, loh,” ucap Anya mengingatkan. Mendengar jawaban dari istrinya seketika membuat Tama mengurungkan niatnya untuk menyeruput kopi hitamnya. Lelaki itu tidak suka dengan penolakan sang istri yang secara tidak langsung itu. Ia pun lantas menatap tajam tepat di manik mata indah Anya. Melihat suaminya menatapnya dengan tatapan yang tidak bersahabat, seketika membuat Anya menyunggingkan senyum lembutnya. Jika suaminya sudah begini, tentu saja Anya akan menghadapinya dengan kelembutan. “Mas jemput aku pas pulang aja, ya! Kasihan kliennya, sudah jauh-jauh datang mau nemuin Mas, tapi Mas malah pergi antar Istri,” ucap Anya sambil memberikan sentuhan lembut di lengan sang suami. Jika istrinya sudah begini, Tama sudah tak bisa apa-apa selain menurut. Wanita yang berstatus sebagai istri sahnya itu benar-benar telah tahu kelemahannya. Namun, meskipun begitu dia sangat senang dengan perlakuan lembut sang istri padanya. Melihat suaminya seperti menyetujui ucapannya, seketika membuat Anya pun tersenyum. Wanita itu tahu jika suaminya selalu suka melihatnya tersenyum dan maka dari itu ia pun akan memanfaatkan senyumannya demi bisa membujuk pria tersebut. “Oh iya ... besok Mama minta kita untuk datang makan malam bareng. Kita sekalian nginep di sana ya, soalnya sudah lama kita nggak nginep di rumah Mama,” pinta Anya pada Tama. Mendengar permintaan istrinya, seketika membuat pria itu merasa telah menjadi suami yang lalai. Seharusnya tanpa diminta oleh sang istri, dirinya harus lebih peka. Di dalam hati laki-laki itu pun langsung merutuki kelalaiannya. “Maafkan Mas, ya. Karena kesibukkan Mas, kita lama nggak nengokin Papa sama Mama,” jawab Tama dengan raut wajah penuh penyesalan. Tentu saja Tama merasa tidak enak dengan Anya. Seolah-olah dia tidak pernah memikirkan perasaan wanita itu. Sibuk bukan semata-mata alasan pria itu saja, karena dia memang benar-benar sangat sibuk hingga melupakan sesuatu yang penting seperti ini. Tak lama kemudian Hendra datang. Asisten sekaligus sahabat Tama itu selalu datang menjemput sang atasan di kediamannya terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor. Semenjak atasannya menikah, dia harus mengantar Anya ke kantornya terlebih dahulu sebelum ke Wistara Corporate. “Hen, saya mau bicara berdua dengan istri saya dulu,” ucap Tama begitu sampai di parkiran kantor Anya. “Baik, Pak,” jawab Hendra dan langsung membuka pintu dan keluar dari mobil lalu berjalan menjauh untuk memberikan privasi kepada sang atasan. Lelaki tampan berkacamata itu sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan atasannya kepada istri cantiknya karena setelah ini pasti ada sedikit bekas lipstik yang menempel di bibir Tama. Sudah menjadi tugasnya yang selalu mengingatkan atasannya itu untuk membersihkan noda lipstik yang tertinggal. Bahkan, tak jarang pula dia langsung menyodorkan tisu begitu mobil sudah mulai melaju meninggalkan area Himalaya & Co. Sebagai seorang asisten, Hendra tidak ingin ada yang menggunjingkan atasannya. Apalagi mengingat Tama yang selalu tampil sempurna. “Aku turun dulu ya, Mas,” pamit wanita itu setelah mencium punggung tangan suaminya. Namun, bukannya membiarkan sang istri keluar, Tama malah menarik dan langsung menyambar bibir ranum milik Anya. Bibir yang telah menjadi candunya, membuat lelaki itu tidak ingin berhenti untuk menciumnya. Beberapa saat kemudian, pangutan antara keduanya pun terlepas. Lipstik yang sebelumnya terpasang dengan rapi, sekarang terlihat sedikit berantakan. Bahkan, ada yang menempel di bibir suaminya. Melihat itu seketika membuat Anya pun langsung mengelapnya dengan jemarinya karena tidak ingin suaminya menjadi bahan perbincangan para karyawan di kantor nantinya. “Kenapa dihapus, hhmm …?” tanya Tama dengan suara yang sudah terdengar serak. “Ya masak suamiku kerja dengan bibir yang ada lipstiknya gini,” jawab Anya sambil mengelap bibir Tama dengan lembut. Dirasa masih ada noda lipstik yang masih menempel, membuat Anya segera mengambil tisu yang ada di depannya dan langsung membersihkannya. Inilah yang Tama suka dari Anya karena selalu memperlakukannya dengan penuh kelembutan. Setelah melihat istri atasannya keluar dari mobil, lantas Hendra pun kembali masuk. Untuk sesaat pria itu mengamati wajah atasannya hanya untuk memastikan jika tidak ada noda lipstik yang tertinggal di bibir Tama. Tak memerlukan waktu lama untuk sampai di kantor Wistara Corporate. Tama berjalan dengan langkah mantapnya. Aura pemimpin yang dominan sangat terlihat jelas dari wajah pria tampan tersebut. Tak terasa waktu berjalam dengan cepat. Tepat sebelum makan siang, Tama mendapatkan sebuah pesan dari nomor asing yang tidak dia kenal. 081xxxxxxx: Hai … bisa kita bertemu, aku sangat butuh bantuan kamu, aku mohon! Vani. Setelah membaca pesan itu, Tama tampak tercengang. Jantung pria itu juga langsung berdegup dengan kencang. Nama itu tidak asing baginya, bahkan sebuah nama yang sangat familiar bagi dirinya. Namun, dia tidak berani membalasnya karena dia masih ragu jika nomor tersebut milik orang tersebut. Setelah menerima pesan itu, Tama tampak sering terlihat melamun. Bahkan, lelaki itu juga tidak fokus bekerja. Beberapa kali Hendra harus mengulang perkataannya karena CEO muda itu seakan tidak mendengarkan ucapannya. Melihat atasannya melamun, Hendra pun kebingungan. Selama dirinya bekerja pada Tama, lelaki itu tidak pernah terlihat seperti ini karena atasan yang sekaligus sahabat baiknya itu selalu bersikap profesional selama ini. Sampai jam kerja berakhir, Tama lebih banyak diam. Selama dalam perjalanan lelaki itu seperti sedang larut dalam dunianya sendiri. Bahkan, telepon dari istrinya tidak segera dia jawab. Biasanya jika nama istrinya tertera di layar ponsel, pria itu akan langsung menjawabnya. Karena dering ponsel yang berbunyi terus dan tak kunjung diangkat, membuat Hendra langsung melihat atasannya dari kaca spion yang ada di atasnya. Seketika pria berkacamata itu pun mengerutkan dahinya ketika melihat Tama masih tetap menatap ke luar jendela yang ada di sebelahnya. “Kayaknya ada yang sedang dipikirkan oleh Pak Tama,” batin Hendra mencoba menebak. Tidak biasanya Tama seperti ini. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu, karena Hendra sendiri juga tidak mengetahuinya. Padahal tadi setelah pertemuan dengan klien dari Jepang, pria itu masih terlihat seperti biasanya. Namun, begitu menjelang sore, Hendra sudah melihat Tama sering melamun hingga membuatnya harus mengulang perkataannya. “Pak … ponselnya bunyi,” ucap Hendra setelah menghela napas panjangnya terlebih dahulu. Seakan baru tersadar dari lamunannya, Tama pun lantas mengangkat panggilan dari sang istri. Beberapa saat kemudian, tampak pria itu memejamkan matanya sesaat sambil mendengus. “Hen … kita jemput Ibu di Hotel Sentosa dulu,” pinta Tama setelah mengakhiri panggilannya. Lelaki itu sedang merutuki dirinya sendiri di dalam hati. Bagaimana bisa dia lupa untuk menjemput istrinya. Berkali-kali dia mencoba mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan. Tama berharap apa yang dia lakukan dapat membantu mengenyahkan pikiran yang seharian ini telah mengganggunya. “Baik, Pak,” jawab Hendra dengan patuh. Karena sebuah pesan akhirnya membuat pria itu pun melupakan janjinya kepada istrinya sendiri. Entah siapa orang yang telah mampu mengalihkan perhatian Tama dari sosok Anya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
1.8M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
700.2K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.5M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
940.3K
bc

A Warrior's Second Chance

read
336.6K
bc

Not just, the Beta

read
336.2K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook