Cengkeraman Richard di dagu Hana terasa panas dan menuntut, seolah pria itu sedang mencoba menguliti rahasia di balik mata jernih wanita di hadapannya. "Kamu memberikan kartuku pada Clarissa? Sejak kapan kamu bersekutu dengannya, hah?" suaranya rendah, bergetar dengan nada antara amarah dan rasa penasaran yang besar. "Aku hanya kasihan..." bisik Hana, suaranya sengaja dibuat bergetar seolah ia terintimidasi oleh d******i Richard. "Kamu memblokir semua kartunya, jadi aku berinisiatif membantu.' Richard mendengus, namun kilat di matanya berubah. Ia mengecup bibir Hana dengan kasar sebelum mendorongnya ke atas ranjang king size yang empuk. Richard merangkak di atasnya, mengunci tubuh Hana dengan kedua lengannya yang kekar. "Kamu merasa dia bukan sainganmu? Kamu tidak mau berada di posisiny

