"Kamu bisa pakai kartuku kalau masih diblokir. Kenapa sih, kamu selalu menolaknya? Aku senggak pantas itu ngasih kamu sesuatu? Serendah itu?" Sanders menatap Clarissa dengan sorot mata yang terluka sekaligus defensif. Clarissa menggeleng panik, tangannya gemetar menahan kantuk dan frustasi. "Perusahaan kamu sedang butuh modal, Sanders! Bukankah penjualan menurun? Aku nggak mau membebani kamu hanya untuk urusan belanjaku!" "Kamu selalu marah saat ayahmu memakiku tidak pantas dan membedakan status sosial kita. Tapi kamu sendiri selalu memperlakukanku seperti orang asing yang harus dikasihani." Sanders terkekeh hambar, sebuah suara yang penuh kepahitan. "Aku hanya..." "Sudahlah! Aku ada urusan perusahaan ke luar kota selama beberapa hari." "Kamu biasanya ajak aku!" Clarissa merengek, men

