Tanpa mengatakan apapun Rafa melangkah pergi meninggalkan Zahwa. Pikirannya kacau. Kejadinnya begitu cepat, bahkan tidak pernah ia duga sebelumnya. Entahlah, ia hanya mengikuti kata hatinya untuk menjauh dari Zahwa. “Rafa, tunggu!” Zahwa mencegah kepergian laki-laki itu. “Kamu mau ke mana, Rafa? Bahkan kamu belum jawab perasaanku barusan.” “—“ Rafa terdiam. “Ya Allah, apa yang harus aku katakan padanya? Kenapa semuanya jadi seperti ini?” batinnya berucap Allah Maha membolak-balikkan hati manusia, dan saat ini terjadi pada Rafa. Semenjak mendengar nasehat dari Haidar dan Rafka seketika hatinya merasa bimbang. Dan sampai saat ini ia tidak tahu perasaan yang sebenarnya. “Zahwa, lebih baik kamu pulang!” itulah yang keluar dari mulut Rafa Zahwa menganga tidak percaya dengan jawaba

