Di sisi lain, Hafizh bertanya-tanya tentang Rafa. Bahkan sampai detik ini Hafizh masih berdiri mematung di tempat yang sama. Tubuhnya tidak bergerak sedikitpun. Pikirannya terus tertuju kea rah Rafa dan Humairah. “Siapa laki-laki tadi?” gumam Hafizh “Sepertinya mereka dekat. Jika tidak dekat tidak mungkin dia memberikan sebuah kartu debit pada Humairah.” Rafa memang cukup terkenal, namun tidak semua orang mengetahuinya. Hafizh tidak pernah tahu siapa sosok Rafa. Selama ini ia sibuk dengan urusannya sendiri tanpa tahu kehidupan orang lain di luar sana. Apalagi selama ini ia sibuk memperdalam Agama agar menjadi laki-laki lebih baik lagi. Hafizh menatap sekeliling dan terdengar bisik-bisik tentang Humairah dan laki-laki tadi. Karena merasa penasaran dengan sosok Rafa ia bertanya pada

