"Daddy! Daddy! Abby tidak ada di kamarnya." Suri berdiri di depan kamar ayahnya, kedua tangannya yang mungil menggedor-gedor pintu dengan panik. Wajahnya memerah, matanya membelalak. "Daddy! Abby hilang!" Ester yang baru keluar dari dapur mendengar teriakan itu. Ia cepat-cepat menghampiri, langkahnya tergesa. Begitu sampai di lorong, ia melihat Suri masih menggedor pintu dengan sekuat tenaga. Ester berjongkok di samping Suri. Satu jarinya diletakkan di depan mulut, memberi isyarat untuk tidak berisik. "Ssst ... Suri, masih pagi." Suri menoleh, wajahnya cemas. "Tapi Abby hilang, Bu Ester! Abby nggak ada di kamar!" Ester tersenyum lembut. Tangannya mengusap rambut Suri. "Abby nggak hilang, Sayang." Ia menjeda, lalu berbisik, "Abby ada di dalam. Sama Daddy." Suri mengerjap. "Abby sama D

