Skin to Skin

1717 Words

Sore itu, taman belakang terasa sejuk. Angin berembus pelan menerbangkan helaian rambut dua wanita itu. Abby dan Erica duduk di kursi anyaman bundar, meja kaca di antara mereka dipenuhi dua cangkir teh yang masih mengepul dan sepiring camilan. "Semoga saja mereka nggak ganggu kamu lagi." Erica menyesap tehnya, matanya menatap Abby penuh simpati. "Om dan tantemu itu, maksudku." Abby menghela napas, jarinya memutar-mutar gagang cangkir. "Ya. Kuharap begitu." Suaranya pelan, seperti tidak yakin dengan harapannya sendiri. "Rasanya menyebalkan banget kalau mereka—" Erica berhenti di tengah kalimat. Matanya tertuju ke sesuatu di balik bahu Abby, ke arah rumah, tepatnya ke pintu kaca yang menghubungkan taman dengan ruang keluarga. Abby menoleh. Dua sosok masuk. Pertama, seorang gadis remaja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD