Sikapnya Yang Aneh

1636 Words

Abby berdiri di jendela dekat ruang keluarga di lantai atas. Jendela itu menghadap ke halaman depan, tempat tiga orang bersepeda yang tengah bersiap-siap. Dari atas sini, suara percakapan mereka terdengar samar, tapi cukup jelas. Dylan, dengan helm yang sudah ada di kepala, sedang memeriksa rem sepeda Audrey. Aidan sudah di atas sepedanya, siap berangkat. "Daddy nggak ikut?" Suara Audrey terdengar, setengah bertanya, setengah kecewa. Dylan menoleh ke arahnya. "Daddy kalian belum sehat benar. Jadi Om yang temenin kalian bersepeda hari ini." Ia mengencangkan tali helm-nya. Audrey memandang ke arah pintu rumah. Matanya menunggu, seolah ayahnya akan keluar dan bergabung dengan mereka. Tapi semenit, dua menit, pintu itu tetap tertutup. "Apa kalian siap?" Dylan memecah lamunan Audrey. "Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD