Tidak Bahagia

1490 Words

Meja makan malam itu terasa lapang. Damian duduk di ujung, Aidan dan Audrey di sisi kanan, Dylan di sisi kiri. Empat kursi terisi, dua kosong, kursi Suri dan kursi yang biasa diduduki Abby. Audrey menyendok nasi ke mulutnya, tapi matanya terus menatap kursi kosong di seberang. "Kenapa Suri nggak makan malam, Dad?" Suaranya berusaha datar, tapi ada nada tidak suka yang tidak bisa disembunyikan. "Ada Abby." Aidan menjawab sebelum Damian sempat membuka mulut. "Mereka pasti makan di kamar." Audrey melirik adiknya tajam, lalu kembali ke ayahnya. "Kenapa Daddy bolehin mereka makan di kamar?" Sekarang nadanya jelas, tidak senang. Damian mengunyah pelan, menelan, lalu menatap putri sulungnya dengan tatapan datar. "Tidak apa-apa, Audrey. Yang penting Suri senang." Audrey membuang napas, tapi t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD