Bernapas Lega

1548 Words

Jarum jam di dinding kecil rumah itu menunjukkan pukul tiga lewat, tapi Abby masih duduk di ambang jendela. Siku bertumpu pada kusen kayu yang mulai lapuk, dagu bertumpu pada tangan. Matanya kosong memandang langit yang cerah, terlalu cerah untuk hati yang sedang kalut. Ia menarik napas panjang. Udara kampung yang segar masuk ke paru-paru, tapi tidak cukup untuk menenangkan gejolak di d**a. Pulang. Kata itu mengambang di kepalanya. Tapi anehnya, kakinya tidak bergerak. Ada sesuatu yang menahannya di sini, di rumah usang ini. Di ruangan yang hanya berisi debu dan kenangan. Di tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri, bukan ibu sambung, bukan istri, bukan pengasuh. Hanya Abby. Ia memejamkan mata. Membayangkan kehidupan di rumah besar itu. Damian dengan segala kesibukannya, Audrey de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD