Butuh Waktu Sendiri

1630 Words

Sabtu pagi di kediaman Callahan tidak pernah seramai ini. Suara tawa dan derap kaki muda terdengar dari lantai atas sejak matahari baru muncul. Dua teman Audrey, dengan pakaian olahraga warna-warni, sudah siap dengan sepatu lari mereka. Mereka berlarian di lorong, tertawa, membuat rumah yang biasanya sunyi di akhir pekan mendadak hidup. Abby menuntun Suri turun dari tangga. Gadis kecil itu masih setengah tertidur, langkahnya limbung, boneka kelinci diseret di lantai. Rambutnya berantakan, piyama kelincinya kusut. Di ruang televisi, Aidan sudah duduk dengan ponsel di tangan, menonton sesuatu dengan earphone. Abby mendudukkan Suri di sampingnya. "Tolong temani adikmu dulu, ya." Abby merapikan rambut Suri sebentar. "Aku mau lihat keadaan Daddy kalian." Aidan mengangguk tanpa menoleh. "Bai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD