Sangat Dekat

1508 Words

Duduk di lantai karpet berbulu di ruang keluarga, Abby membungkuk di atas buku mewarnai Suri, jarinya menunjuk perlahan pada gambar binatang. "Yang ini pakai warna apa, Sayang?" Suaranya lembut, namun ada ketegangan halus di pundaknya. Ia bisa merasakan sebuah pandangan menancap di punggungnya, tajam, menggelitik, dan tak diundang. Dari sudut matanya, ia melihat Dylan bersandar di ambang pintu, kaki disilangkan, senyum tipis tak beranjak dari bibirnya. Abby menarik napas halus, memaksa dirinya fokus pada garis-garis yang diacak-acak crayon Suri. Ia menggeser tubuh sedikit, membelakangi arah pandang itu, berusaha menciptakan tembok dengan posturnya sendiri. Namun, pria itu masih di sana. Bahkan setelah peringatan Damian. Tiba-tiba, kehadiran baru mengisi ruangan. Damian muncul di ujung k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD