Siapa sangka, dengan goresan crayon yang masih acak-acakan dan tekun di atas kertas, Suri berhasil menyabet juara kedua. Saat namanya dipanggil, bocah kecil itu hanya bisa terpaku, sebelum Abby membisikkan sesuatu dan dengan lembut mendorongnya maju. Pipi Suri memerah seperti bunga saat panitia menyerahkan piala kecil berkilau dan hadiah boneka beruang. Senyum yang selama ini langka, lepas dan polos, merekah di wajahnya, membuat matanya yang bundar berbinar. "Kamu hebat, Suri! Abang bangga!" Aidan menyambutnya dengan pelukan erat dan ciuman di pipi yang sudah belepotan spidol. Suri tidak bisa mengalihkan pandangannya dari piala di tangannya, jarinya menelusuri lekukannya dengan takjub. Damian berjongkok, membuka pelukannya. "Ini luar biasa, Sayang," bisiknya, mencium kening putrinya seb

