Abby secara refleks menarik kerah kimono tidurnya yang tipis lebih tinggi, menutupi lehernya yang mungkin masih menyisakan bekas kiss mark di sana. Kulit di sana terasa seperti terbakar di bawah tatapan Audrey yang tajam dan penuh penilaian, seperti sinar-X yang bisa melihat segala sesuatu yang ingin ia sembunyikan. "Tidak sama sekali," jawabnya, suaranya terdengar pelan, nyaris tertelan oleh keheningan luas rumah itu. "Dengar." Audrey memulai lagi, melangkah lebih dekat. Suaranya datar dan penuh dengan peringatan. "Jangan pernah muncul dengan penampilan seperti itu di rumah ini. Apalagi di depan ayahku." Matanya menyapu tubuh Abby dari atas ke bawah, bibirnya menyungging ke atas dalam ekspresi jijik yang jelas. "Kamu terlihat seperti perempuan murahan." Kata-kata itu menghantam seperti

