Napas Rigel sudah terengah-engah, tenaganya terkuras habis dan keringat bercucuran deras membasahi sekujur tubuhnya. Tangannya pun sudah sangat lelah, pegal karena terus membidik target dengan senapan laras panjang andalannya. Namun, meski sudah habis puluhan peluru atau mungkin bahkan ratusan peluru yang telah dihabiskan. Nyatanya musuh di depan mata tak berkurang sama sekali, walau hanya sedikit saja pun tidak, yang ada musuh seolah membelah diri dan melipat gandakan tubuhnya jadi banyak. Rigel sempat tak percaya dengan apa yang dilihatnya secara langsung dan benar-benar nyata itu. Pasalnya ia sangat yakin kalau bidikannya tak ada satu pun yang meleset, semua peluru meluncur tepat sasaran mengenai target. Lalu, kenapa mahluk-mahluk aneh itu tak berkurang sedikit pun, masih tetap bany

