Reyna mematung, kaget. Ia mencoba melepaskan diri, tapi genggaman Agatha menguat. Pria itu kini memeluknya, seolah ia adalah bantal guling kesayangannya. Reyna bisa merasakan kehangatan tubuh Agatha, yang entah kenapa, terasa begitu nyaman. "Hah..." Agatha menghela napas panjang, lalu bergumam pelan, "Kamu... adalah Clara..." Jantung Reyna yang tadinya berdebar kencang, kini terasa seperti jatuh ke perut. Seketika, semua perasaan yang baru saja muncul menguap begitu saja. Ada rasa kesal dan sakit yang menusuk. Ia mendorong Agatha sekuat tenaga hingga genggaman itu terlepas. Reyna bangkit dengan wajah merah padam. Ia merapikan pakaiannya, menyembunyikan kekecewaan yang tiba-tiba datang. Ia menatap Agatha, yang kembali terlelap dengan senyum bodoh di bibirnya. "Clara? Pria bodoh ini ba

