Keesokan harinya, kantor terasa berbeda. Udara seolah lebih ringan, dan suasana menjadi lebih ceria. Semuanya berkat kedatangan Agatha. Ia berjalan melewati Reyna dengan senyum lebar, bahkan sesekali bersiul. Ia terlihat begitu bahagia, berbeda sekali dengan sosoknya yang murung dan kesal akhir-akhir ini. Reyna hanya bisa menggelengkan kepala. Rencananya berhasil. Ia tahu Agatha berhasil mendapatkan Clara. Tawa kecil nyaris lolos dari bibirnya. Ia mengambil sebungkus burger dari tasnya dan meletakkannya di meja. Aroma rendang jengkol segera menyeruak, membuat beberapa karyawan yang melintas langsung menutup hidung. Agatha, yang baru saja duduk di kursinya, segera bangkit dan menghampiri meja Reyna. Ia duduk di kursi depan Reyna, matanya berbinar. "Reyna, terima kasih banyak. Kamu meman

