Gerakan tangan Fiona yang sedang merapihkan peralatan jualannya, seketika terhenti melihat kedatangan suaminya. "Dek... " Hanya menoleh sekilas, setelah itu Fiona kembali melanjutkan kegiatannya. Fahri memaklumi jika istrinya itu marah. Tapi sekarang, dia dengan cepat ikut membantu dulu, walau tinggal sedikit lagi. "Kamu langsung pulang aja, Ratih. Enggak usah ke toko setelah ini," ujar Fiona kepada salah satu karyawannya itu. Tokonya tetap buka hari ini, setelah dari sini. Yang menjaganya karyawan satu lagi dan Fiona juga, yang niatnya Fiona hanya akan sampai jam 4 sore saja bukanya. Dia ingin istirahat setelahnya. “Aku minta maaf, Dek. Semalam nggak ngabarin kamu, karena ketiduran. Kesiangan tadi juga bangunnya.” Kesiangan karena kelelahan berbagi peluh dengan istri keduamu, Mas?

