Fahri tak menyangka jika istrinya akan mengeluarkan kata-kata begitu. Setelah berhari-hari membiarkan istri berada di Bandung dan kembali hari ini, Fahri tak sabar ingin bertemu istrinya itu. Buru-buru pulang kerja, ingin cepat tiba di rumah. Namun, apa yang dia dapatkan? Di luar dugaan Fahri. Yang dia kira istrinya sedikit lebih tenang—tahu akan kesedihan istrinya itu, ternyata mengeluarkan kata-kata yang tak ingin Fahri dengar. Berpisah dari Fiona, tak pernah ada dalam bayangan Fahri sebelumnya. Tak langsung menyusul istrinya ke kamar, Fahri menghampiri sang mama. Sorot matanya terlihat lelah sekali. Fahri menduga jika sikap Fiona barusan, ada hubungannya dengan sang mama. "Mama ngomong apa sama istriku barusan? Kenapa dia jadi begitu?" "Kamu mau nyalahin Mama?" Fahri mengusap wajahn

