DUA GELAS COKLAT

1814 Words

Helia menyambut uluran tangan Bintang. Ia berdiri pelan, lututnya masih terasa lemas. Jemari tangannya pun masih bergetar. Tak beda dengan Bintang yang juga merasakan hal yang sama. Baru saja akan melangkah, Bintang menyadari satu hal. Ternyata Helia tak memakai sandal. Mungkin karena tadi terlalu gelap. Lagipula siapa juga yang memikirkan sandal saat ketakutan seperti itu? “Kita beli sendal dulu ya? Hujannya juga masih deras banget,” tawar Bintang. Ia bernapas dalam, mencoba mewaraskan diri. Helia mengangguk lemah. Bintang membuka sepatunya, meletakkan di depan kaki Helia. “Bintang....” “Pakai dulu, basah sih, dan pasti kegedean. Tapi seengganya kaki kamu ketutup. Khawatir ada batu atau beling.” “Kamu?” “Ngga apa-apa. Kan sementara aja, cuma untuk ke minimarket.” Helia hanya meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD